38 M · Kerusuhan/kekerasan · Keagamaan
Kerusuhan Alexandria
Kekerasan sipil kuno terhadap minoritas Yahudi
Kerusuhan Alexandria menunjukkan bagaimana konflik sipil kuno dapat mengubah kekhasan Yahudi menjadi sasaran kekerasan publik.
Aleksandria, Mesir
Ikhtisar
Pada tahun 38 M, kekerasan meletus terhadap orang Yahudi di Aleksandria, salah satu kota terbesar dan paling beragam di dunia Romawi. Konflik lokal, politik kekaisaran, dan kebencian terhadap otonomi komunal Yahudi menyatu ketika massa menyerang penduduk dan ruang-ruang Yahudi.
Signifikansi Sejarah
Kerusuhan ini penting karena terjadi sebelum adanya kerangka Kristen dan Islam. Perbedaan Yahudi terbaca melalui agama, status, dan kepemilikan sipil: minoritas dapat diperlakukan sebagai orang asing meskipun mereka sudah mengakar kuat di kota.
Gema modern
Gema adalah mekanisme kambing hitam. Pada saat-saat yang penuh tekanan, kelompok minoritas yang terlihat bisa berubah menjadi menolak tatanan bersama, sehingga membiarkan tetangganya membayangkan pengucilan atau kekerasan sebagai pembelaan masyarakat.